Sebanyak 30 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disiapkan di wilayah hukum Polresta Tangerang untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program nasional pemerintah.
Data tersebut disampaikan dalam peresmian operasional SPPG Banggalawa Tantya di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Sabtu (16/5/2026).
Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, dari total 30 unit SPPG yang ada di wilayah Polresta Tangerang, sebanyak 12 unit dikelola Polda Banten dan 18 unit berada di bawah pengelolaan Polresta Tangerang.
“Dari jumlah tersebut, enam unit sudah beroperasi dan memberikan pelayanan makan bergizi kepada masyarakat penerima manfaat,” kata Indra.
Enam unit yang telah beroperasi yakni SPPG 1 Cikupa, SPPG 2 Sukamulya, SPPG 3 Kresek, SPPG Raksa 6 Kresek, SPPG Raksa 5 Rajeg dan SPPG Raksa 15 Kronjo.
Menurut Indra, total penerima manfaat dari enam SPPG yang telah berjalan mencapai 10.926 orang yang terdiri dari pelajar, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.
Ia menyebut program tersebut tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk menekan angka stunting di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Seluruh makanan diproduksi dengan standar higienis dan sistem keamanan pangan yang ketat agar kualitas makanan yang diterima masyarakat benar-benar terjamin,” ujarnya.
Selain aspek kesehatan, program itu juga disebut berdampak terhadap perputaran ekonomi lokal melalui penyerapan bahan baku dari petani, peternak hingga nelayan di sekitar wilayah operasional SPPG.
“Program ini turut menggerakkan ekonomi masyarakat karena bahan baku dipasok dari pelaku usaha lokal dan juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” kata Indra.
Sementara itu, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan menyebut perkembangan pembangunan SPPG di wilayah Banten meningkat dari target awal satu model SPPG menjadi 76 titik yang tersebar di sejumlah daerah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 unit telah operasional, 27 unit dalam tahap persiapan operasional dan 11 unit masih dalam pembangunan.
“Ini menjadi bukti komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, mitra dan masyarakat dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional,” tutup Hendra.






